Pro dan Kontra Membeli Rumah Lelang

Jumat , 18 Oktober 2019 | 17:07
Pro dan Kontra Membeli Rumah Lelang
Sumber Foto: Koreabizwire.
Balai lelang akan berasumsi Anda sudah mengetahui segala hal mengenai properti yang Anda tawar--persiapkan diri Anda dengan informasi sebanyak-banyaknya sebelum melakukan penawaran rumah.

JAKARTA - Membeli rumah lelang bisa jadi salah satu pilihan yang mudah bagi Anda yang mencari rumah pertama, terlebih jika Anda memiliki dana terbatas. Ada berbagai balai lelang yang bisa Anda pilih, mulai dari balai lelang dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, balai lelang bank, juga balai lelang swasta. 

Namun, membeli rumah lelang tentu memiliki sisi positif dan negatif. Mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya akan selalu menguntungkan bagi Anda. Sebelum Anda hunting rumah idaman melalui balai lelang, simak sisi positif dan negatif membeli rumah lelang berikut ini.

Sisi positif membeli rumah lelang

1. Harga yang jauh lebih murah
Anda bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah daripada harga pasaran untuk rumah lelang. Artinya, Anda bisa mendapatkan rumah atau tanah yang lebih luas di lokasi yang Anda inginkan. Ini menguntungkan jika lokasi perumahan yang Anda sukai lebih mahal dari budget Anda. Jika Anda berhasil mendapatkan rumah dengan harga jauh lebih murah, Anda bisa menggunakan selisih uang yang sudah Anda miliki untuk melakukan renovasi, penambahan bangunan, atau hal-hal lain yang Anda inginkan.

2. Komisi dan biaya-biaya yang lebih murah
Dibanding menggunakan agen real estate, pembayaran biaya rumah lelang biasanya lebih murah. Beberapa bank yang mengadakan lelang biasanya hanya mengenakan biaya beberapa persen dari harga rumah. Anda juga bisa memilih rumah lelang dengan komisi yang lebih rendah dari media-media lelang yang ada.

3. Fasilitas KPR
Proses lelang sebenarnya merupakan upaya bank untuk menyelesaikan kredit macet yang mereka alami. Beberapa bank seperti BTN berimprovisasi membantu konsumen dengan membuka akses program KPR pada rumah lelang yang mereka tawarkan ke konsumen. Di sini, bank mencoba menjembatani keinginan masyarakat untuk memiliki rumah lelang. Bank akan memberikan kemudahan untuk proses KPR lelang. Persyaratan-persyaratan lelang dapat dipenuhi secara paralel saat lelang berlangsung. Ketika rumah berhasil didapatkan konsumen, pembeli tinggal membayar angsuran.

4. Membantu orang terlepas dari masalah kredit
Sebagian uang dari penjualan rumah lelang akan digunakan bank untuk menutupi utang pokok rumah yang dimiliki pemilik rumah tersebut sebelum rumah dilelang. Sebagian lagi akan dikembalikan ke pemilik rumah sebagai uang pengganti cicilan yang telah ia bayarkan selama ia menempati rumah tersebut. Saat Anda membeli rumah lelang, artinya Anda membantu pemilik rumah untuk keluar dari masalah kredit macet yang membelitnya.

Sisi negatif rumah lelang

1. Anda perlu melakukan penelitian
Sebenarnya, membeli rumah baru maupun rumah bekas membutuhkan penelitian mendalam. Untuk rumah lelang, Anda perlu memahami berbagai aspek hukum dari bank yang memiliki rumah tersebut, kreditor yang melakukan kredit rumah tersebut di bank, dan berbagai informasi berharga lain mengenai sejarah rumah tersebut seperti kelengkapan surat-surat rumah dan hal-hal lain terkait ketentuan yang berlaku di sekitar properti. Pihak pelaksana lelang akan selalu berasumsi Anda sudah mengetahui barang yang Anda tawar—karenanya properti lelang yang sudah Anda menangkan biasanya tidak bisa dibatalkan. Telitilah properti secara seksama. Uang jaminan yang Anda setorkan bisa kembali jika Anda tidak memenangkan lelang namun jika Anda menang dalam lelang tersebut, Anda harus membayar sisa harga properti.

2. Menawar di luar kemampuan
Saat menawar harga rumah, Anda perlu mendatangi lokasi pelelangan rumah dan menjalani proses penjualan rumah. Beberapa media lelang saat ini memang ada yang sudah menawarkan proses lelang online. Pahami syarat dan ketentuan penjualan rumah lelang dan bersiap-siaplah menawar dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Jika Anda melakukan penawaran langsung, berhati-hati untuk membatasi diri Anda dan tidak melakukan penawaran lebih dari jumlah yang Anda sanggup untuk bayar. Jika Anda bisa, datangi balai lelang di mana Anda tertarik pada lebih dari satu properti, dengan begini kemungkinan Anda untuk menang lebih besar.

3. Komplikasi yang sulit
Ada kasus-kasus di mana pemilik rumah lelang tidak bersedia keluar dari rumah dan menolak meninggalkan properti tersebut walau pihak lain sudah memenangi lelang dan memegang dokumen legal rumah itu. Biasanya pihak balai lelang sudah menyatakan lepas tangan dari masalah-masalah semacam ini. Sebagai pemenang lelang, Anda akan diminta melakukan penyelesaian melalui pengadilan negeri untuk melakukan pengosongan properti tersebut. Sebelum membeli, pahami komplikasi yang mungkin timbul dari properti lelang yang Anda beli dan tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada notaris sebelum Anda mengambil sebuah properti lelang tertentu.

4. Kondisi rumah yang rusak parah
Salah satu pentingnya melakukan kunjungan langsung pada rumah yang akan Anda beli adalah Anda bisa melihat dan meneliti kondisi rumah yang dilelang. Seringkali rumah yang dilelang dalam kondisi rusak parah karena tidak lagi ditempati oleh pemiliknya. Ada pula rumah-rumah yang sudah tidak memiliki jaringan listrik, air, juga telepon. Jika memungkinkan bawalah tukang untuk memeriksa bagian-bagian seperti atap, rangka, dan kondisi rumah secara keseluruhan sehingga Anda bisa mendapatkan gambaran untuh berapa biaya renovasi yang harus Anda keluarkan untuk memperbaiki rumah tersebut. Teliti pula fasilitas listrik, air, juga telepon apakah masih berfungsi ke properti yang Anda ingin beli. (E-4)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load