Kirab "Malam Selikuran" di Kraton Surakarta

Minggu , 26 Mei 2019 | 01:47
Kirab
Sumber Foto Polresta Surakarta
selikuran
POPULER
"Black Suit", Tembang Pembuka Konser Super Junior di Indonesia

SOLO--Tradisi Hajad Dalem Malam Selikuran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berlangsung Sabtu (25/5/2019) malam, atau bertepatan dengan malam 21 Ramadhan. Tradisi untuk menyongsong datangnya malam Lailatul Qadar tersebut pada tahun ini berlangsung dua sesi. 

Masing-masing diselenggarakan Sinuhun PB XIII yang berlangsung lebih dulu sekitar pukul 20.30 WIB. Sementara sesi kedua diselenggarakan Lembaga Dewan Adat berlangsung setelah yang pertama selesai.

Kendati berlangsung dua sesi semuanya tetap meriah. Hal ini ditandai rebutan 1000 nasi tumpeng yang diyakini mempu membawa berkah ludes dalam sekejap.

Lantunan irama gamelan mengiringi langkah ratusan prajurit keraton, dari Kori Kamandungan, menuju Masjid Agung Keraton Surakarta. Barisan paling depan adalah abdi dalem ulama dengan beskap warna putih. Menyusul kemudian barisan abdi dalem prajurit dengan panji-panji kebesaran kasunanan membuka jalan dalam kirab tersebut. 

Dibelakangnya, giliran para abdi dalem pembawa lampion, yang menyedot perhatian warga dengan lampion berbagai ukuran  yang dibawa. Suasana malam pun makin meriah kala irama tamborin yang dimainkan abdi dalem bertemu dengan irama gamelan pengiring ancak cantaka yang berisi nasi tumpeng, ayam ingkung, buah dan sayuran. 

Setibanya di Masjid Agung, seribu tumpeng itu lansung ditata sedemikian rupa di tengah bangungan masjid. Sebelum dibagikan kepada abdi dalem dan masyarakat, dipimpin Ulama Keraton mereka berdoa.

Usai pembacaan doa, para abdi dalem dan masyarakat langsung mendekat untuk merebut nasi tumpeng yang dianggap membawa berkah teraebut. Alhasil, seribu nasi tumpeng itu ludes dalam hitungan detik. "Dapat dua, ini mau saya bawa pulang untuk makan sahur," ucap Faisal Cahya, (25).

Warga Baki, Sukoharjo itu menjabarkan isi bungkusan nasi tumpeng tersebut, berupa nasi gurih, tiga butir telur puyuh, potongan mentimun, kedelai hitam dan cabai hijau besar. Dirinya percaya nasi yang didoakan itu memiliki berkah tersendiri bagi orang yang percaya seperti dirinya. "Sudah empat kali ini saya datang pas Malam Selikuran," kata Faisal. 

Kemeriahan peringatan Malam Selikuran kali ini tak habis begitu saja, bahkan bisa dibilang lebih meriah. Terlepas intrik yang dialami keluarga Keraton Kasunanan Surakarta, penyelenggaraan agenda serupa bentukan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan yang juga dihelat di lokasi yang sama.  

"Kalau dobel ya makin banyak berkahnya," ucap Nardi Waluyo, 52 yang rutin menyempatkan diri untuk datang di kegiatan adat tersebut.

Acara yang diselenggarakan LDA ini pun tak kalah meriah dengan Hajad Dalem Malam Selikuran PB XIII. Jika kirab yang diadakan Bebadan berangkat dari Keraton langsung menuju Masjid Agung. Sementara kirab yang digelar LDA mengelilingi Kampung Baluwarti terlebih dahulu.



Sumber Berita: rri.go.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load