Polisi Tangerang Sita 1.697 Ponsel Pintar Asal Singapura

Minggu , 17 November 2019 | 19:32
Polisi Tangerang Sita 1.697 Ponsel Pintar Asal Singapura
Sumber Foto antarafoto
Ilustrasi iphone

TANGERANG - Jajaran Polresta Tangerang, Banten mengamankan sebanyak 1.697 unit ponsel pintar (iPhone) berbagai tipe asal Singapura hasil penggerebekan pada sebuah ruko di Kecamatan Panongan.

Kapolresta Tangerang, Ajun Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi di Tangerang mengatakan pihaknya menetapkan dua tersangka yaitu R (25) Dan WS (28) dan M ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

"Ini merupakan sindikat yang melakukan rekondisi ponsel pintar ilegal di Ruko Boulevard, Blok E, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang," katanya, Minggu (17/11/2019).

Namun iPhone berbagai tipe yang rusak dari Singapura tersebut dibeli tanpa dilengkapi izin impor sesuai aturan yang berlaku.

Menurut dia, ponsel rusak itu direkondisi dengan mengganti komponen dengan suku cadang palsu di antaranya berupa earphone, charger, LCD, dan komponen kamera.

Dia menambahkan ponsel itu dijual pada berbagai toko online (daring) dengan nama toko Panda House dan Lin Store."Para tersangka juga mencetak sendiri nomor IMEI serta melengkapi telepon genggam dengan dua palsu," katanya.

Pengakuan tersangka kepada petugas, bahwa setiap bulan memiliki omset mencapai Rp150 juta. Petugas juga mengamankan empat unit solder, satu alat mesin pencetak IMEI, satu unit komputer jinjing (laptop), satu unit power supply, dan ratusan dus iPhone palsu.

Namun para tersangka dijerat dengan pasal 62 ayat (1) juncto pasal 8 ayat (1) huruf f dan j Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Kemudian diancam pasal 104 dan 106 Undang-Undang Perdagangan, pasal 120 ayat (1) Undang-Undang Perindustrian, Pasal 52 Undang-Undang Telekomunikasi, dan asal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang ancaman dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Mantan Kapolresta Pontianak, Kalimantan Barat itu menambahkan, saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan dan berupaya membongkar jaringan agar konsumen tidak dirugikan.(E-2/ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load