Polisi Bekuk Pencuri Uang Milik Dino Patti Djalal

Rabu , 19 Juni 2019 | 12:21
Polisi Bekuk Pencuri Uang Milik Dino Patti Djalal
Sumber Foto Dok/Ist
Ilustras garis polisi.

JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal kecurian sejumlah uang asing dan rupiah di kantornya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Pelaku telah ditangkap dan ternyata adalah eks asisten pribadinya sendiri yang bernama Nanda Pradipta (32).

Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan penangkapan pelaku."Iya pelaku sudah ditangkap oleh tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen," katanya, Rabu (19/6/2019).

Pencurian tersebut terjadi di ruang kerja Dino Patti Djalal, pada Kamis 30 Mei 2019. Uang tersebut disimpan di dalam dua brankas."Brankas tersebut isinya uang 15.000 SGD dan Rp 10 juta," kata Kanit II Ajun Komisaris Resa F Marasabessy saat dihubungi secara terpisah seperti dilaporkan detik.com.

Tim kuasa hukum Dino Patti Djalal kemudian melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. Tim Unit II Subdit Resmbob Ditreskrimum yang dipimpin oleh Ajun Komisaris Resa Marasabessy, Ajun Komisaris Reza Pahlevi dan Ipda Roy Rolando Andarek kemudian menyelidiki kasus tersebut."Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi serta petunjuk yang diperoleh, pelaku diketahui ternyata adalah Nanda Pradipta mantan aspri Pak Dino," katanya.

Resa menyebutkan, Nanda adalah mantan asisten pribadi (Aspri) Dino Patti Djalal pada 2014 lalu. Sejak diberhentikan sebagai Aspri, pelaku masih sering datang ke kantor Dino."Dengan alasan nawarin asuransi. Sambil nawarin itu dia mantau situasi sampai akhirnya melakukan pencurian," ucapnya.

Sebagai mantan Aspri, pelaku juga sudah mengetahui seluk beluk kantor korban."Dia mencuri uang di brankas dengan menggunakan kunci brankas yang tersimpan di ruang kecil yang sudah diketahui tersangka," ujarnya.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap pelaku. Nanda ditangkap pada Jumat (14/6/2019) di depan Gedung Mayapada Tower I Kuningan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load