Bunuh Diri, Ini Kronologi Penemuan Mayat Pilot Wings Air

Rabu , 20 November 2019 | 23:44
Bunuh Diri, Ini Kronologi Penemuan Mayat Pilot Wings Air
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi tali.

JAKARTA - Seorang Pilot maskapai Wings Air, berinisial NA, berusia 27 tahun ditemukan tewas di kamar indekosnya di Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (18/11/19). Ia ditemukan gantung diri sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam keterangan yang disampaikan, Kapolsek Metro Kalideres, AKP Indra Maulana diduga NA bunuh diri.

Jasad NA pertama kali ditemukan oleh adiknya yang juga tinggal di kos bersama korban. "Adiknya itu ketika pulang kerja mendapatkan telepon dari kakak pertama yang ada di Solo bahwa korban tidak bisa dihubungi," kata Indra saat dikofirmasi, Rabu (20/11/19).

Indra menambahkan, adik NA sempat menghubungi ponsel NA, namun tidak mendapat respons. "Kebetulan almarhum ini orang Solo. Dia kerja di Jakarta beserta adiknya. Dia sama-sama tinggal di satu kosan cuma berbeda kamar. Kamarnya sendiri-sendiri. Adiknya di bawah, kakaknya di atas, di lantai 2," bebernya.

Penasaran, adik NA beserta penghuni indekos lainnya menuju kamar NA yang berada di lantai dua. Begitu sampai di depan pintu kamar, adik NA mendobrak pintu. Betapa terkejutnya dia saat mendapati NA sudah tewas. "Korban tergantung dengan menggunakan tambang berwarna merah yang digantung di kusen pintu," kata Indra.

Saat diusut, Indra memastikan NA yang merupakan warga Solo, Jawa Tengah ini memang bunuh diri. Hal ini diperkuat hasil visum tak ditemukan adanya bekas penganiayaan di tubuh NA. “Sesuai dengan hasil visum memang tidak diketemukan luka dalam atau pun luka benda tumpul atau benda tajam hanya luka disekitar leher jadi memang murni (gantung diri)," ucap Indra.

Sang adik juga baru tahu kakaknya sudah tak bernyawa setelah memaksa masuk kamar sang kakak dengan cara mendobrak jendela. Menurut Indra Maulana, si adik memang tidak begitu intensif berkomunikasi dengan sang kakak lantaran masing-masing sibuk kerja.

"Karena kebetulan adiknya ini kalau kerja pulangnya malam juga. Jadi meskipun satu kosan cuma jarang ketemu juga kalau enggak weekend gitu," imbuhnya. "Adiknya ini mendapat telepon dari kakaknya yang paling tua, kakak perempuannya dari Solo. Tolong dicek, kakakmu kok ditelepon enggak diangkat angkat, kemudian handphone-nya mati kan begitu," katanya.

Polisi telah melakukan olah TKP, jenazah pun langsung dibawa ke Solo untuk dikebumikan. Sampai saat ini, pemanggilan sejumlah saksi terus dilakukan termasuk kepada pihak Wings Air. "Kita baru mengirimkan panggilan (kepada Wings Air) karena kejadiannya kan baru kemarin. Kemudian jenazah langsung dibawa ke Solo, yang baru kita ambil keterangan baru pemilik kos sama tetangga-tetangga kamar kosnya," katanya.

Seperti dilansir CNBC, Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, merespons pertanyaan awak medua dengan pernyataan resmi perusahaan sebagai berikut.

Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group menyampaikan keterangan sehubungan penanganan salah satu kopilot (first officer) laki-laki bernama Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro (29 tahun).

Atas meninggal dunia kopilot (first officer) Nicolaus Anjar Aji Suryo Putro, segenap jajaran manajemen, kru pesawat (air crew) dan seluruh karyawan, Wings Air mengucapkan rasa duka yang mendalam dan menyampaikan turut prihatin atas kejadian tersebut.

Wings Air menegaskan, bahwa penerapan aturan kerja, kedisiplinan dan pelaksanaan standar operasional prosedur berlaku kepada semua awak pesawat dalam hal ini awak kokpit. Hal ini sudah sesuai ketentuan dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first).

Wings Air sudah mengimplementasikan program pembinaan kepada seluruh karyawan, termasuk awak pesawat.

Kebijakan itu berfungsi dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, integritas dan berkarakter baik, sebagai upaya peningkatan kinerja tinggi.

Wings Air juga sudah melakukan pembinaan secara bertahap kepada awak kokpit yang melakukan tindakan tidak disiplin (indisipliner).

Apabila dalam fase pembinaan, karyawan atau awak kokpit tidak memenuhi kualifikasi/ hasil yang diharapkan, maka perusahaan akan memberikan penindakan/ keputusan sesuai aturan. (E-4)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load