Kapal Pengangkut Minyak Ilegal Ditangkap di Perairan Lampung

Minggu , 27 Mei 2018 | 15:40
Kapal Pengangkut Minyak Ilegal Ditangkap di Perairan Lampung
Sumber Foto satryo yudhantoko
Dua kapal pengangkut minyak ilegal di perairan Lampung.

JAKARTA - Komando Armada (Koarmada) I TNI AL menangkap dua kapal jenis Kapal Tanker pengangkut minyak (SPOB) di Perairan Lampung yang diduga memuat BBM ilegal, karena tidak dilengkapi surat-surat dan dokumen dari agen, Kamis (24/5/18) malam.

Melalui Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Pulau Sebesi, Lanal Lampung di bawah Satrol Lantamal III Jakarta Koarmada I, dilakukan pemeriksaan terhadap kapal MT. Jaya Multi dan MT. Kallyse yang sedang loading BBM di Perairan Mutun, Teluk Lampung.

"Kemarin kita tangkap di Teluk Mutun, Lampung yang sedang melakukan pemuatan bahan bakar yang tidak dilengkapi dengan dokumen artinya bahan bakar ilegal," kata Panglima Koarmada I Laksamana Dua TNI AL, Yudho Margono saat jumpa awak media di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, Minggu (27/5/18).

Kapal MT Jaya Mukti 1, tambah Yudho, merupakan kapal milik PT. Usaha Mitra Abadi (UMA), membawa muatan BBM (HSD) kurang lebih 600 ton tanpa surat-surat dan dokumen agen. Begitupun MT. Kallyse yang menjadi milik PT. Pelayaran Bimas Raya, juga membawa muatan BBM (HSD) sebanyak kurang lebih 200 ton dengan tanpa surat-surat dan dokumen agen. Diperkirakan total aset migas di dua kapal tersebut mencapai Rp 88.000.000.

Penangkapan dan penyitaan seluruh unit kapal termasuk muatan BBM illegal,  belasan awak dari kedua kapal ditahan untuk sementara hingga proses hukumnya selesai. Hingga saat ini surat-surat dan dokumen belum bisa diperiksa karena masih di agen."Kapalnya masih kita tahan, untuk kita mintai keterangan lalu kita sidik. Nanti yang menyidik Lantamal III. Jika nanti sudah selesai perkara minyak akan kita serahkan ke migas dan kita lelang ke negara," ujarnya.

Pemilik kapal bisa dikenai hukuman pidana yang tercantum dalam UU Migas, yaitu hukuman penjara maksimal 4 tahun dan denda Rp40 miliar. Selain itu, juga dikenakan UU Pelayaran, seperti tidak membawa SPB, tidak ada nahkoda tidak ada surat izin muatan, yang akan dijatuhi hukuman penjara maksimal 4 tahun dan denda sekitar Rp 600 juta. Kedua kapal tersebut ditahan di Dermaga Sunda Pondok Dayung, Jakarta Utara.(ryo)

KOMENTAR