Gowes 704 Kilometer untuk Lebaran di Wonogiri

Kamis , 14 Juni 2018 | 11:15
Gowes 704 Kilometer untuk Lebaran di Wonogiri
Sumber Foto sindo
Yugo Purwanto melewati jalur Pantura Tegal bersama dua rekannya.

WONOGIRI - Selalu ada cerita untuk mudik lebaran bertemu keluarga di kampung dengan cara tempuh masing-masing, termasuk salah satunya adalah Yugo Purwanto yang bersepeda (gowes) menuju kampung halamannya.

Mudik kali ini ia punya cerita unik, yaitu menempuh jarak sepanjang 704 km dengan bersepeda. Start dari Ciledug, Jakarta Selatan menuju Wonogiri, Jawa Tengah di tengah cuaca yang cukup terik pada siang hari.

"Butuh waktu selama 5 hari untuk satu kali perjalanan. Karena saya mampir di beberapa komunitas sepeda lainnya setiap kota yang dilewati," kata pria yang akrab disapa Yugopus ini.

Tidak singkat jarak yang dia tempuh dengan bersepeda yang hampir menyentuh 1.000 km apabila ditotal dengan jarak jalur keloknya. Belum cukup sampai di sini cerita Yugopus. Dia ternyata tidak hanya kali ini, gowes kali ini adalah yang kali ketiga.

Tidak memiliki alasan yang khusus untuk Yugo melakukan hal tersebut, hanya berdasarkan kecintaan terhadap sepeda."Sebenarnya tidak ada proses khusus karena saya terbiasa 'bike to work' dan sangat menikmati bersepeda," katanya.

Rupanya Yugo tidak sendirian. Dia bersama rekan lainnya satu komunitas juga mudik menggunakan sepeda, hanya mereka berpencar ketika berbeda jalur karena memiliki tujuan kampung yang berbeda-beda.

Ayah tiga orang anak ini menjelaskan tidak ada persiapan khusus. Dia selalu membiasakan diri dengan aktivitas sepeda saja.

Motivasi Bersepeda bagi sebagian orang merupakan olahraga atau hobi yang menyenangkan. Bagi Yugo dan komunitasnya, bersepeda adalah salah satu media kampanye."Saya sendiri tergabung dalam komunitas 'Bike2work' dan 'Fedtangs' (Federalist Tangerang)," ujarnya seperti dilaporkan antaranews.com.

Melalui komunitasnya tersebut dia memiliki tujuan kampanye dalam menjalani lebih dari ribuan kilometer setiap tahunnya."Jujur saja saya tidak hanya mudik dengan menggunakan sepeda, tetapi juga kampanye untuk 'Berbagi Jalan'," ujarnya.

Menurut Yugo, selama ini para pengguna sepeda kurang mendapatkan haknya dalam menggunakan jalan raya dalam bersepeda. Sepeda masih belum dianggap sebagai salah satu sarana transportasi sehingga kesadaran para pengguna sepeda motor dan mobil masih kurang mengenai keberadaan sepeda di jalan raya.

Kerap kali menurutnya pesepeda justru lebih terancam di jalan raya. "Pesepeda juga punya hak yang sama dalam memakai jalan," dia menegaskan.

Yugo menyukai kegiatan bersepeda sejak berada di bangku SMP. Hingga kini, dia terus berupaya mengampanyekan hal tersebut.

 

 

KOMENTAR