Catat! 1 Agustus Tilang di Wilayah Perluasan Ganjil Genap

Senin , 02 Juli 2018 | 11:10
Catat! 1 Agustus Tilang di Wilayah Perluasan Ganjil Genap
Sumber Foto Dok/Ist
Sistem ganji-genap di wilayah Jakarta.

JAKARTA - Penilangan terhadap para pelanggar aturan sistem ganjil genap baru akan diberlakukan pada 1 Agustus 2018. Saat ini petugas masih melakukan sosialisasi di sejumlah titik yang terkena perluasan sistem ganjil genap itu.

"Nanti ditilang baru tanggal 1 Agustus 2018 saat aturan ini resmi diberlakukan," kata Kepala Satuan Pelaksana Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Irwan Nuryadin di Simpang Kartini, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).

Aturan ganjil genap mulai diujicobakan di sejumlah titik di antaranya di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Pengamatan di Jalan Arteri Pondok Indah, masih banyak sejumlah mobil berpelat ganjil melintas di jalan tersebut. Padahal, berdasarkan aturan, seharusnya Jalan Pondok Indah hanya boleh dilintasi kendaraan dengan nomor pelat berakhiran genap.

Sejumlah pengendara dari arah TB Simatupang menuju arah Pondok Indah dialihkan ke arah Jalan Ciputat Raya. Pada masa uji coba, kata Irwan, petugas hanya memberikan sosialisasi dengan memberikan selebaran kepada pengendara yang lewat. Petugas sesekali menghentikan pengendara mobil berpelat ganjil dan memberikan sosialisasi.

Sementara itu di Simpang Kebayoran Lama terpantau petugas tengah membagikan selebaran kepada pengendara sambil melakukan sosialisasi ganjil genap. Pada pelaksanaan uji coba hari pertama sistem ganjil genap di kawasan Jakarta Selatan, kata Irwan, petugas disiagakan di tujuh titik.

"Di Simpang Kebayoran Lama, Simpang Kartini, Simpang Pondok Indah Mall, Bundaran Metro Pondok Indah, Simpang Gandaria City, Simpang Bungur, Simpang Ciputat Raya," kata Irwan seperti dikutip cnnindonesia.com.

Perluasan sistem ganjil genap di sejumlah kawasan menuai pro dan kontra masyarakat. Sejumlah pengendara mobil mengaku setuju tetapi sebagian lainnya tidak setuju atas penetapan perluasan aturan ganjil genap oleh Pemprov DKI Jakarta.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load