Densus Periksa Mantan Napi Teroris yang Ditangkap di Sleman

Rabu , 11 Juli 2018 | 21:45
Densus Periksa Mantan Napi Teroris yang Ditangkap di Sleman
Sumber Foto Dok/Ist
Rumah kontrakan Saefulloh di Sleman.

SLEMAN – Perburuan terhadap terduga teroris terus dilakukan. Saat menghadiri Hari ke-71 Bhayangkara di Istora Senayan pagi tadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa terorisme masih menjadi pekerjaan rumah Polri.

Pernyataan Presiden itu benar. Rabu (11/7/2018) pagi sekitar pukul 08.30 WIB, Densus 88 Antiteror Polri menangkap Saefulloh bersama istri dan anaknya di RT 05 / RW 35 Dusun Bedingin, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Sleman.

Ketua RT 05 Sumarjono mengatakan, Saefulloh merupakan seorang mantan napi terorisme. Ia menyebutkan, Saefulloh bersama keluarganya mengontrak sebuah rumah di RT 05 pada Februari 2018."Sekitar bulan Maret lalu, ada informasi dia (Saefulloh) mantan napiter tetapi tidak detail cuma sebatas itu," dia mengungkapkan.

Sumarjono mengungkapkan saat awal mengontrak, Saefulloh melapor kepadanya dengan membawa Kartu Keluarga (KK). Saat itu Saefulloh mengaku berasal dari Tegal, Jawa Tengah."Dulunya sempat mengontrak rumah tapi masih satu desa, dan Februari kemarin pindah ke sini. Dia pindah-pindah kontrakan," tutur Sumarjono yang merupakan purnawirawan polisi berpangkat Ipda itu.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, dalam penggeledahan dan penangkapan itu, Densus 88 mengamankan di antaranya satu buah pedang, satu unit laptop, dua buah telepon genggam, satu busur dan anak panah serta dokumen.

Sementara yang diamankan Densus 88 di antaranya Saefulloh, istrinya Sri Suhartati, anak-anaknya yakni Sakinah Ismi Fadillah (mahasiswi), Anisa Fitria Rakhman (pelajar), Gilang Romadon (belum sekolah), Khodijah (tanpa keterangan).  

KOMENTAR