2 Juta Ojol Ancam Ganggu Asian Games 2018  

Selasa , 17 Juli 2018 | 12:20
2 Juta Ojol Ancam Ganggu Asian Games 2018   
Sumber Foto viva.co.id
Aksi unjuk rasa pengemudi ojek online beberapa waktu lalu.

JAKARTA – Penyelenggaraan Asian Games 2018 terancam tidak berlangsung lancar menyusul rencana aksi unjuk rasa sedikitnya dua juta pengemudi ojek online (ojol) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta dan Gelora Jaka Baring Sport City, Palembang.

Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono dalam keterangan resminya pagi ini mengatakan, aksi demo yang berbarengan pada saat pembukaan Asian Games 2018 karena belum ada kata sepakat soal payung hukum dan batasan tarif minimal ojek online.

Mereka meminta untuk memperjelas keberadaan ojek online di Indonesia."Batas akhirnya seperti itu, jika hingga tanggal demikian pemerintah belum berikan putusan sesuai perjuangan ojek online untuk mengatur tarif maka ribuan ojek online dari seluruh Indonesia akan turun serentak," ujarnya.

Menurut dia, penyelenggaraan Asian Games adalah waktu yang tepat untuk menyampaikan aspirasi pengemudi ojek online."Dengan demikian pula, dapat dipastikan bahwa di dalam sponsorship yang dibiayai dari keringat dan darah pengemudi ojek online Indonesia yang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh seluruh stakeholder," tuturnya.

Dia menjelaskan, ojek online mendesak agar secepatnya pemerintah menetapkan tarif untuk ojek online sebelum pembukaan Asian Games nanti."Pemerintah lebih memilih melindungi investornya daripada kepentingan kehidupan jutaan rakyatnya yang berprofesi sebagai ojek online. (Makanya) pergerakan perjuangan massa Nasional dan masif adalah jalan terakhir apabila perjuangan kami tidak dapat terpenuhi juga," ucapnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Ojek online pertama melakukan aksi pada 23 November 2017 di depan Istana Merdeka kemudian aksi kedua dilakukan pada 27 Maret 2017. Saat sekitar 15 ribu pengemudi ojol hadir di depan Istana Negara. Beberapa orang perwakilannya diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dan aksi demo ketiga sebanyak 35 ribu pengemudi ojol berdemo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 23 April 2018. Perwakilan para ojol, dalam demo tersebut, diterima oleh Ketua Komisi V Bidang Perhubungan DPR, Fary Djemy Francis.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load