Napi Otak Produksi Liquid Vape Narkotika Dibekuk

Kamis , 08 November 2018 | 16:45
Napi Otak Produksi Liquid Vape Narkotika Dibekuk
Sumber Foto satryo yudhantoko
Kombes Argo Yuwono di depan barang bukti liquid vape narkotika.

JAKARTA - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menangkap sosok utama produsen dan pengedar liquid vape berisikan narkotika. Sosok utama tersebut masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang ternyata penghuni Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

"Seperti yang pernah kita sampaikan waktu yang lalu bahwa kita mempunyai DPO dan hari ini sudah kita tangkap DPO-nya dan akan kita sampaikan siapa DPO itu," kata Juru Bicara Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di lokasi peracikan liquid vape narkotika di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, (8/11/2018).

Mulanya, kedok peredaran narkoba cair liquid vape itu diketahui polisi dari laporan pengemudi ojek online pada Selasa, 9 Oktober 2018 lalu. Pengemudi mengaku mendapat pesanan pengantaran barang yang tidak ia ketahui isinya di depan pusat perbelanjaan di bilangan Senayan, Jakarta Pusat.

Kemudian, selama 7 hari proses penyelidikan, polisi menetapkan 18 orang tersangka dalam kasus produksi dan pengedaran narkotika jenis liquid "Illusion" yang mengandung MDMA. Di antara belasan tersangka itu, dua di antaranya merupakan pasangan suami-istri yang menjadi otak menjalankan bianis haram tersebut.

Pasangan suami-istri yaitu TY (28) dan DW (25). TY merupakan narapidana Lembaga Permasyaralatan (Lapas) Cipinang. TY merupakan otak yang mengendalikan bisnis narkotika itu di balik jeruji besi. Adapun DW, berperan sebagai pengelola keuangan biaya produksi dan pembayaran upah belasan karyawannya yang ikut menjadi tersangka.

"DW diperintahkan oleh TY untuk melakukan pembayaran keperluan Laboratorium termasuk gaji para karyawan dengan cara di transfer kepada LT yang hingga kini masih buron (DPO)," Argo menjelaskan.

Ia juga menjelaskan, awalnya tersangka TY masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang tidak diketahui keberadaannya. TY baru diketahui sebagai napi Lapas Cipinang usai polisi mendalami keterangan para tersangka yang sebelumnya telah ditangkap.

Dari keterangan itu, lanjut Argo, polisi langsung menyelidiki mengenai sosok TY kepada pengurus Lapas Cipinang dan memintanya untuk mengamankan TY.

Di samping itu, polisi juga mendapatkan keterangan dari tersangka lainnya terkait identitas supir TY berinisial CT. Sehingga, polisi segera menuju ke kediaman CT yang berada di kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur. Argo mengatakan, pihaknya mendapatkan keterangan lebih dari CT mengenai beberapa keberadaan rumah TY.

"Dari keterangan CT kita gali infomasi dan mendapat keberadaan kediaman dari YT yang berada di kawasan Jalan Cipinang Kebembem, Jakarta Timur. Di rumah itu kita menangkap istrinya berinisial DW," tuturnya.

Di situ, polisi menangkap DW dan menyita barang-barang milik TY yaitu mobil hingga rekening miliknya, yang sebelumnya diperintahkan untuk disimpan oleh istrinya, DW.

Dengan bukti yang telah dikantongi, polisi langsung mengamankan dan memeriksa TY. Dari pemeriksan tersebut, diketahui TY memperkerjakan dua anak buah yang juga merupakan narapidana berinisial VIN (26) dan HAM (20).
"Tersangka VIN berperan sebagai sosok yang mencari bahan baku ekstasi untuk pembuatan liquid. Sedangkan HAM bertugas sebagai bendahara," dia menambahkan.(ryo)

 

 

KOMENTAR