Densus 88 Dalami Penyerangan Polsek Penjaringan

Jumat , 09 November 2018 | 10:35
Densus 88 Dalami Penyerangan Polsek Penjaringan
Sumber Foto Dok/Ist
Densus 88 Antiteror Polri

JAKARTA - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri diterjunkan untuk membantu jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dalam menyelidiki dugaan motif terorisme di balik penyerangan terhadap sejumlah polisi di kantor Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (9/11/2018).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengaku pihaknya belum dapat memastikan apakah motif terorisme melatarbelakangi penyerangan sejumlah polisi di Mapolsek Metro Penjaringan ini."Sedang diperiksa pelakunya oleh tim gabungan Densus 88 dan Polda Metro Jaya. Masih didalami dulu latar belakang pelaku agar jelas motifnya," ucap Dedi lewat pesan singkat pada Jumat (9/11/2018).

Penyerangan sejumlah polisi di Mapolsek Metro Penjaringan terjadi pada Jumat (9/11/2018) sekitar pukul 01.35 WIB.

Insiden ini mengakibatkan satu orang polisi atas nama Ajun Komisaris M. A. Irawan mengalami luka ringan di bagian tangan sebelah kanan

Pelaku bernama Rohandi (31), seorang warga Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dari tangan pelaku, polisi menemukan satu buah tas ransel warna hijau, satu bilah golok bergagang kayu warna coklat dan bersarung bahan warna hitam, satu bilah pisau babi bergagang besi, satu buah topi, satu buah jaket warna hitam merah, dan satu unit sepeda motor.

Terpisah, Kapolsek Metro Penjaringan Ajun Komisaris Besar Rachmat Sumekar menyatakan terduga pelaku penyerangan, Rohandi (31), memiliki motif ingin mati akibat depresi setelah penyakitnya tidak kunjung sembuh pascaoperasi.

KOMENTAR