Pelaku Penyerangan Polsek Penjaringan Ingin Mati Didor Polisi

Jumat , 09 November 2018 | 10:55
Pelaku Penyerangan Polsek Penjaringan Ingin Mati Didor Polisi
Sumber Foto Istimewa
Rohandi dan barang bukti golok.

JAKARTA - Rohandi (31), penyerang Polsek Penjaringan, Jakarta Utara diduga depresi. Polisi mengatakan, Rohandi mengaku stres karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

"Karena penyakitnya, pelaku ini operasi tidak sembuh dan tidak bekerja," ujar Kapolsek Metro Penjaringan, Ajun Komisaris Besar Rachmat Sumekar, ketika dihubungi, Jumat (9/11/2018).

Ia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan sementara, Rohandi mengaku penyakitnya yang tidak kunjung sembuh membuatnya sengaja menyerang Polsek Penjaringan untuk ditembak mati. "Ia mau mati tapi dengan cara nyerang polisi supaya ditembak," katanya.

Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara, diserang oleh seorang warga bernama Rohandi. Akibat serangan itu, satu anggota polsek terluka.

Peristiwa tersebut terjadi pukul 01.35 WIB. Pelaku datang mengendarai sepeda motor dan memarkir kendaraannya di luar polsek. Setelah itu, pelaku berjalan masuk ke polsek. Saat salah satu anggota polsek Ajun Komisaris Irawan menyapa, pelaku langsung menyerang dengan pisau.

Melihat Ajun Komisaris Irawan terjatuh, pelaku mengejar anggota polisi lain. Pelaku juga memecahkan kaca ruangan dengan golok."Kita memberikan tembakan peringatan namun pelaku tidak peduli. Kemudian Aipda Giyarto melumpuhkan pelaku dengan menembak pangkal lengan pelaku sehingga golok yang dipegang pelaku terlempar dan pelaku dapat diamankan," ujar Kapolsek Metro Penjaringan, Ajun Komisaris Besar Rachmat Sumekar.

KOMENTAR