Dugaan Penganiayaan Pegawai, KPK Diminta Jujur Dong

Senin , 11 Februari 2019 | 14:35
Dugaan Penganiayaan Pegawai, KPK Diminta Jujur Dong
Sumber Foto satryo yudhantoko
Stefanus Roy Rening menunjukan foto kedua pegawai KPK.

JAKARTA - Kuasa Hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Stefanus Roy Rening, Senin (11/2/2019) mendatangi Polda Metro Jaya. Kedatangannya untuk berkoordinasi terkait pemeriksaan Elpius Hugy selaku Sekretaris Pribadi (Sespri) Gubernur Papua Lukas Embe.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan Elpius diperiska sebagai saksi kasus penganiayaan dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, rencananya pemeriksaan Elpius Hugy hari ini. Namun, belakangan dibatalkan.

Roy sendiri mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kasus tersebut. Menurutnya, laporan KPK terhadap Pemprov Papua yang diduga melakukan penganiayaan adalah tidak benar. "Ini menyangkut substansi bahwa kami datang untuk mengecek laporan ini (penganiayaan dua pegawai KPK). Di mana dalam pemberitaan yang beredar di medsos katanya bahwa hidung patah dan muka robek. Ini yang kita, tadi saya serahkan foto ke dalam memeprlihatkan foto bahwa tidak ada tanda-tanda penganiayaan yang dilakukan oleh Pemprov Papua," ujarnya.

Lebih lanjut, Roy memperkuat sanggahannya dengan memperlihatkan sejumlah foto korban yang ia ambil beberapa jam setelah kejadian pemukulan. "Tidak ada tanda-tanda. Oleh karena itu saya memperlihatkan gambar ini. Biar gambar yang berbicara. Inilah gambar jam 4 pagi hari Minggu. tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik apalagi pipi robek, hidung patah," dia menyebutkan.

Ia mengira bahwa laporan KPK terhadap dugaan penganiayaan tersebut adalah untuk menutupi kegagalannya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Papua.

"KPK harus jujur sebagai pengak hukum. KPK harus jujur menjelaskan secara terbuka dugaan tindak pidana apa yang sudara sedang selidiki terhadap Gubernur Papua. Padahal saudara harus tahu, hari Jumat sebelum hari Sabtu Gubernur Papua datang kekantor KPK untuk koordinasi. Dipanggil menghadap dalam kaitan komitmen pemberantasaan korupsi bersama seluruh pejabat gubernur bawah, kenapa pada hari Sabtu mereka melakukan OTT terhadap Gubernur Papua," dia menambahkan.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load