Polisi Ungkap Pencucian Uang Berkedok Penjualan Valas

Senin , 11 Februari 2019 | 16:07
Polisi Ungkap Pencucian Uang Berkedok Penjualan Valas
Sumber Foto satryo yudhantoko
Kombes Argo Yuwono memperlihatkan barang bukti pencucian uang.

JAKARTA - Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus pencucian uang dengan total uang sebesar Rp 11,8 miliar. Para tersangka diketahui melakukan bujuk rayu kepada sejumlah korban dengan menawarkan dan menjual valas dengan mata uang asing.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Main Hall Gedung Utama Polda Metro Jaya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya menahan dua tersangka utama yaitu Lyana alias LW dan George alias GRH. Keduanya suami-istri yang bersengkongkol menipu para korban. "Tersangka dengan bujuk rayu menawarkan dan menjual valas dengan mata uang asing ke para korban," katanya.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan sejak September hingga Oktober 2018 lalu itu, Polisi berhasil mengamankan sejumlah bukti di antaranya beberapa lembar aplikasi setoran/transfer/kliring/inkaso, lembar bukti setoran tunai, lembar konfirmasi transaksi dan lembar tanda bukti penyetoran ke sejumlah rekening bank.

"Ada empat korban yang melapor yakni Sandi rugi Rp2,3 miliar, Murni sebesar Rp3,8 miliar, Yulia Rp700 Juta dan Heri Rp5 miliar," Argo mengungkapkan.

Uang korban itu, dijelaskan Argo, tidak ditukarkan dengan mata uang asing yang telah dijanjikan LW dan GRH. "Uang setelah diterima, lalu mata uang asing tersebut tidak diberikan oleh tersangka kepada para korban. Tapi digunakan oleh tersangka untuk kebutuhan pribadi dengan alasan untuk membayar utang nasabah sebelumnya (gali lubang tutup lubang)," dia menambahkan.

Atas perbuatannya tersebut, keduanya disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf b UU RI No. 7 tahun 1992 tentang Tindak Pidana Perbankan. Sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 tahun 1998 dan atau Pasal 3 UU No.8 tahun 2010 tentang TPPU dengan pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load