Pemeriksaan Saksi Penganiayaan Pegawai KPK Dilakukan di Papua

Senin , 11 Februari 2019 | 16:45
Pemeriksaan Saksi Penganiayaan Pegawai KPK Dilakukan di Papua
Sumber Foto satryo yudhantoko
Kombes Argo Yuwono

JAKARTA - Proses hukum dugaan penganiayaan terhadap dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut. Polisi berencana melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus tersebut di Papua.

"Ada beberapa sudah kami periksa. Ada 10 saksi ya. Kemudian, untuk hari ini, kan rencananya kami akan meminta keterangan dari ajudan Gubernur Papua. Tapi karena yang bersangkutan sudah ke Papua dan minta reschedule untuk ditunda," kata Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Dugaan penganiayaan terhadap dua pegawai tersebut terjadi saat keduanya sedang melaksanakan tugas pengawasan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat itu, Pemprov Papua juga sedang melakukan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Lukas Embe.

Berkaitan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang terhadap dua pegawai KPK itu, polisi sudah menaikan status perkara kepada penyidikan.

Dari hasil pemeriksaan 10 saksi sebelumnya, polisi mendapatkan kejadian pemukulan dilakukan oleh satu orang pegawai Pemprov Papua sebelum pegawai KPK menunjukan identitasnya. "Polisi sudah menemukan bahwa kejadian pemukulan itu adalah sebelum diketahui bahwa dia adalah sebagai pegawai KPK," katanya.

Lebih lanjut, Argo mengatakan bahwa masih ada 10 orang saksi yang belum diperiksa. Beberapa di antaranya merupakan pegawai Pemprov Papua.

Karena itu, untuk mempercepat proses penanganan perkara, polisi berencana akan melakukan pemeriksaan di Papua."Nanti masalah teknis pemeriksaan nanti penyidik yang lebih memahami dan mengetahui. Apakah nanti dari penyidik dari kami ke Papua, atau pun nanti dari Polda Papua akan kami minta bantuan pemeriksaan," dia menambahkan.(ryo)

KOMENTAR