Pasca Pemilu, Jalan Margonda Depok Berlaku Ganjil Genap

Kamis , 14 Maret 2019 | 22:34
Pasca Pemilu, Jalan Margonda Depok Berlaku Ganjil Genap
Sumber Foto Tempo,co
Kepadatan lalulintas di jln Margonda Depok

DEPOK--Pasca Pemilu 2019, Jalan Raya Margonda akan diterapkan sistem plat nomor ganjil-genap. Jalan Protokol di pusat bisnis Kota Depok itu, memang sudah sangat crowded sejak beberapa tahun terakhir.

Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Heru Wisnu Wibowo mengatakan, wacana penerapan ganjil-genap di Jalan Raya Margonda, sudah lama diusulkan Pemerintah Kota Depok.

"Wacana ini sebenarnya sudah lama digulirkan oleh Pemkot Depok. Saya beri bocoran, kebijakan itu bakal direalisasikan usai Pemilu 2019," ujar Heru kepada wartawan, di kawasan Perumahan Podomoro, Kecamatan Cimanggis, Depok, Kamis (14/3/2019).

Dijelaskan Heru, penerapan ganjil-genap di Jalan Margonda dinilai sangat tepat. Untuk tahap awal ganjil-genap akan diterapkan pada akhir pekan Sabtu dan Minggu. 

"Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Raya Margonda biasanya setiap Sabtu dan Minggu. Waktu itu saya pernah bicara dengan Dinas Perhubungan Kota Depok terkait penerapan ganjil-genap di akhir pekan,” tambahnya.

Salah satu penyebab kepadatan di Jalan Margonda juga karena kawasan ini telah ramai dengan pemukiman vertikal atau apartemen, pusat perbelanjaan dan kantor dimana tata kotanya terkesan tidak memperhatikan kondisi ruas jalan.

Dia berharap, kedepannya Pemerintah Kota Depok jangan hanya memikirkan pembangunan properti. Namun juga memperhatikan aspek transportasi yang akan ditimbulkan serta solusi mengatasi itu.

"Ini penting mengingat Depok adalah salah satu kota penyanggah ibu kota yang memiliki andil sebagai penyumbang kemacetan," jelasnya.

Kawasan yang menjadi sorotan BPTJ di Kota Depok dari segi arus lalu lintas adalah Jalan Raya Margonda. Jalan ini salah satu penghubung utama antara Jakarta-Depok disamping Jalan Raya Bogor.

"Sebagai penyangga ibu kota Pemkot Depok mestinya konsen terhadap Transit Oriented Development (TOD) guna memaksimalkan penggunaan moda transportasi massal dari Depok ke Jakarta. Dengan begitu dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk bekerja ke Jakarta," urainya.



Sumber Berita:rri.go.id
KOMENTAR