PSI Tolak Pin Emas DPRD DKI, NasDem: Nggak Sekalian Gaji Juga!

Selasa , 20 Agustus 2019 | 14:21
PSI Tolak Pin Emas DPRD DKI, NasDem: Nggak Sekalian Gaji Juga!
Sumber Foto Tribunnews,com
Bestari Barus

JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak pin emas anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Menurut PSI, pengadaan pin emas untuk para anggota Dewan hanya menghamburkan uang.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi NasDem DPRD Jakarta, Bestari Barus menyatakan, itu hak PSI. Namun, diingatkan juga agar PSI menghormati sikap anggota DPRD DKI Jakarta lainnya.

"Silakan saja jika PSI bersikap demikian. Sekalian saja untuk menolak gaji atau tunjangan-tunjangan lainnya," kata Bestari Barus ketika dihubungi sinarharapan.co, Selasa (20/8/2019) siang ini.

Dia mengatakan, pengadaan pin emas itu juga telah disepakati dan sesuai dengan kemampuan APBD DKI Jakarta. "Jadi kalau PSI mengambil sikap berbeda ya silakan saja. Itu hak PSI kok," dia menambahkan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest, Selasa (20/8/2019) mengatakan, pihaknya menolak pin emas anggota DPRD DKI Jakarta. Menurut PSI, pengadaan pin emas untuk para anggota Dewan hanya menghamburkan uang.

"Bahwa PSI menyadari bahwa pin penting sebagai identitas jabatan anggota Dewan. Kami persoalkan adalah biaya ini. Kenapa emas? Kita hitung dari anggaran yang ada berarti pin senilai Rp 5 juta untuk dipakai22," katanya.

PSI sendiri diketahui memperoleh delapan kursi di DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Delapan anggota Dewan dari PSI itu bakal dilantik pada 26 Agustus 2019.

Rian mengatakan anggaran pengadaan pin emas senilai Rp 1,3 miliar bisa dikurangi dengan mengubah bahan emas menjadi bahan lebih rendah, seperti kuningan. Ia mengatakan penghematan anggaran dari pengadaan pin emas bisa dialokasikan untuk program pemerintah lain yang lebih bermanfaat.(E-2)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load