Polisi Sebut Ganjil Genap Munculkan Efek Balon

Selasa , 10 September 2019 | 08:47
Polisi Sebut Ganjil Genap Munculkan Efek Balon
Sumber Foto Liputan6.com
Kemacetan di Jakarta.

JAKARTA - Polisi menyebut kebijakan perluasan ganjil genap hanya bisa mengurangi kemacetan di ruas jalan yang menerapkan aturan itu. Sedangkan untuk ruas jalan alternatif, aturan tersebut justru meningkatkan kemacetan karena kendaraan berpindah ke ruas jalan itu.

"[Perluasan] ganjil genap pada saat pelaksanaannya di ruas jalan ganjil genap itu sangat efektif, namun, memang ada penambahan jumlah kuantitas mobil pada jalur-jalur di luar ganjil genap," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar M. Nasir di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/9/2019).

Dia mengungkapkan, ada sejumlah ruas jalan alternatif yang terkena dampak penerapan perluasan ganjil genap. Salah satunya, di Jalan Antasari, Jakarta Selatan.

Menurut Nasir, peningkatan kemacetan di ruas jalan alternatif akibat penerapan sistem ganjil genap itu sebagai efek balon."Itu efek balon, jadi kalau dipencet sini (ruas jalan perluasan ganjil genap), sebelah sana (ruas jalan alternatif) yang melembung. Itu namanya efek dari kebijakan," tuturnya seperti dikutip cnnindonesia.com.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan sistem Ganji Genap.

Aturan ini menjelaskan bahwa dalam Ganjil Genap yang baru ini terdapat 25 ruas jalan yang terkena aturan ganjil genap. Selain itu, 28 ruas jalan di sekitar gerbang tol juga terkena aturan tersebut.

Ganjil genap sendiri akan berlaku mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Aturan ini tak berlaku pada hari Sabtu dan Minggu serta hari Libur Nasional.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load