Cuma Gara-gara Ini, Polisi Usir Wartawan dari Media Center KPU

Kamis , 18 April 2019 | 15:59
Cuma Gara-gara Ini, Polisi Usir Wartawan dari Media Center KPU
Sumber Foto: Istimewa
Ilustrasi kekerasan terhadap wartawan

JAKARTA - Wartawan Tempo Imam Hamdi menjadi korban intimidasi polisi saat bertugas di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Kamis (18/4) dini hari.

Imam menceritakan kejadian itu bermula saat dirinya hendak menulis berita di Media Center KPU sekitar pukul 01.30 WIB. Namun, anggota polisi justru mengusirnya.

Imam pun menjelaskan kepada anggota polisi tersebut bahwa dirinya seorang wartawan. Tapi, anggota polisi itu tetap mengusir dirinya.

"Saya bilang saya dari media, mau ngetik, tiba-tiba dia menyuruh saya keluar. Saya jelaskan kalau ini Media Center tempat wartawan, dia tetap minta saya keluar," kata Imam seperti dikutip cnnindonesia.com, Kamis (18/4/2019).

Anggota polisi itu lalu menghampiri Imam dan mengatakan bahwa tempat tersebut akan digunakan untuk tidur.

"Tiba-tiba dia menuju saya, minta saya keluar, dia juga dorong dan mau pukul saya. Dia bilang ini sudah jam berapa, ini waktunya dia (polisi) tidur dan ruangan dipakai untuk dia tidur," tuturnya.

Namun, Imam tetap bertahan di Media Center karena menganggap tempat tersebut memang disediakan untuk wartawan. Anggota polisi itu kemudian menghampiri Imam lagi dan merampas ponsel miliknya.

"Mereka terus mengancam bahwa mereka bawa senjata, handphone saya diminta, dan saya terus disuruh keluar. Akhirnya saya keluar karena dipaksa sama mereka," ucap Imam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya belum mengetahui soal oknum anggota polisi yang mengintimidasi wartawan Tempo tersebut.

"Nanti dicek siapa anggota tersebut," ucap Argo saat dikonfirmasi, Kamis (18/4).

Argo menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan komandan satuan anggota polisi yang bertugas di Kantor KPU tersebut untuk mengetahui secara rinci peristiwa itu.

"Disampaikan ke komandannya, apa yang telah diperbuat saat menjaga di KPU," katanya



Sumber Berita:: CNN Indonesia
KOMENTAR

End of content

No more pages to load