Ada Kampung Kreatif di Rawa Badak Lho!

Minggu , 15 April 2018 | 14:40
Ada Kampung Kreatif di Rawa Badak Lho!
Sumber Foto satryo yudhantoko
Salah satu sudut Kampung Kreatif di Gang Mawar, Rawa Badak, Jakarta Utara.

JAKARTA – Percaya atau tidak? Tetapi inilah yang tampak. Di tengah permukiman padat di wilayah Utara Jakarta masih tersisa sebuah kampung bersih, asri dan alami. Itulah kampung kreatif  di Jalan K2 persis di Gang Mawar RT 09/RW 05 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Aneh bin ajaib! Warga setempat mampu menyulap gang sempitnya menjadi ruang hijau yang bersih berseri dan juga memberikan kesan kreatif di dalamnya. Sekeliling kampung itu penuh warna-warni dan sungguh asri. Asik dipandang mata lho!

Ketua RT 09/RW 05, Indra Iriyana  serta warga menamakan kampung ini sebagai “Kampung Kreatif”. Ketika ditemui sinarharapan.co di rumahnya, Indra bercerita bahwa sebelumnya kampung kreatif ini mengarah kepada penghijauan saja. Tujuannya, untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran warga sekitar akan pentingnya ruang hijau di Jakarta khususnya di lingkungan setempat.

“Sebetulnya kampung kreatif ini sebelumnya mengarah kepada penghijauan. Karena waktu sebelum saya menjadi RT pun, kondisi di sini sudah hijau seperti ini. Saya hanya meneruskan dari yang sebelum saya,” katanya, Sabtu (14/4/2018).

Namun karena melihat perkembangan zaman now, banyak orang yang mencari lokasi yang bagus untuk berswafoto bersama keluarga. Akhirnya, Indra merasa perlu adanya sesuatu yang segar dan menarik perhatian banyak orang. Sehingga ia beserta warga tertarik untuk menggagas konsep lingkungan yang bersih, asri dan alami namun kreatif.

“Saya beserta warga lainnya dan juga pengurus RW akhirnya merumuskan suatu konsep kreatif yang lain daripada yang lainnya. Sebenarnya kita buat konsep ini untuk mempersiapkan Adipura. Selain itu juga supaya anak-anak betah bermain di lingkungannya sendiri dan nggak mesti main di luar. Ya sudah kita bikin seperti ini. Kampung Kreatif namanya. Akhirnya banyak orang yang datang ke sini hanya untuk berswafoto dengan ikan hiu yang ada ujung jalan,” tuturnya.

Dikunjungi Ibu Gubernur

Ia mengaku, ibu Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah sempat datang ke kampung kreatif ini. Mereka awalnya sangat terkesan dengan suasana dan desain kreatif yang dibuat warga. “Mereka sudah datang dan mengapresiasi dan sangat betah berada di kampung kreatif ini. Bahkan sampai sempat berswafoto bersama warga sekitar,” ujarnya.

Rancangan yang sangat apik terlihat dari perpaduan konsep seni lukis 3D dengan penataan ruang hijau yang dirancang warga. Jalan setapak yang melajur ke pemukiman warga dihiasinya dengan lukisan 3D bertemakan laut dan ikan hiu yang siap memangsa siapapun yang ingin berswafoto di dekatnya. Belum lagi lukisan yang ada pada dinding sebelah kanan dan kiri jalan, menambah kesan hijau dari deretan pepohonan obat, bumbu dapur, sayur mayur dan bahkan padi yang ditanami oleh warga sekitar.

“Alhamdulillah warga mulai mengerti arti penting dari adanya pepohonan. Selain menambah kesan hijau juga bermanfaat buat mereka sendiri. Warga memanfaatkannya untuk obat, atau buat masak. Selain itu kita tanam padi beras merah. Biasa kalau sudah panen kita makan sama-sama. Buat ngeliwet gitu,” dia mengungkap. 

Nyatanya, Kampung Kreatif ini sudah kental dengan ruang hijaunya sejak 2010 silam. Namun, pembentukan kampung kreatifnya baru dilakukan sejak dua bulan terakhir ini.“Kalau untuk pengecetan dan seni lukisnya baru dilakukan dua bulan lalu. Bersyukur warga yang gotong royong untuk buatnya,” kata Indra.

Gotong-royong termasuk penggalangan dana dilakukan warga tanpa harus menunggu donasi dari pemerintah setempat. “Walaupun untuk mempersiapkan Adipura, swadaya masyarakatl yang menjadikan kampung kreatif ini terealisasi. Cuma Rp 2 juta kita bisa buat seperti ini. Jadi kita tidak harus menunggu dari kelurahan atau kecamatan begitu. Alhamdulillah kini banyak kampung di wilayah lain yang seperti kampung kreatif ini,”  tuturnya.

Selain itu, Kampung Kreatif juga sudah pernah menjadi juara Adipura mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan dan Kota. "Kalau untuk tingkat nasional kita belum sampai," Indra menambahkan. (satryo yudhantoko)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load