Sri Mulyani Ingatkan Jajaran Kemenkeu Bersiap Hadapi Ancaman Resesi Global

Rabu , 23 Oktober 2019 | 15:42
Sri Mulyani Ingatkan Jajaran Kemenkeu Bersiap Hadapi Ancaman Resesi Global
Sumber Foto : SH/Satryo Yudhantoko
Sri Mulyani saat berpidato di hadapan jajaran Kemenkeu

JAKARTA - Sri Mulyani Indrawati resmi dilantik untuk kedua kalinya oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). Usai pelantikan, ia langsung melakukan serah terima memori jabatan Menkeu periode 2014-2019 di kantornya, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). 

Dalam kesempatan tersebut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menghimbau kepada seluruh jajaran pegawai Kemenkeu untuk mempersiapkan mental dan pikirannya menghadapi ancaman resesi global, yang diduga bakal berdampak ke perekonomian Indonesia. 

Sri meminta seluruh jajaran untuk putar otak, bagaimana mengeluarkan Indonesia dari jebakan pendapatan kelas menengah (Middle Income Trap). 

"Ini adalah sebuah tuntutan bahwa pada periode yang sangat kritikal ini kita harus mampu terus menerus berikhtiar untuk dapat, pertama, menandai kalau ada berbagai potensi Indonesia akan masuk ke middle income trap," ujarnya. 

Ia menekankan kepada seluruh jajaran pegawai bekerja lebih keras dengan melakukan suatu inovasi yang di luar kebiasaan mereka lakukan selama ini. Sebab jangan sampai muncul anggapan bahwa rutinitas lembaga keuangan negara itu akan sama, hanya karena dirinya kembali dipilih sebagai Menkeu. 

"Saya ingin menekankan kepada seluruh jajaran kementerian keuangan bahwa jangan kita menganggap ini sebagai suatu kelanjutan yang rutin dan monoton," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Sri juga menjelaskan beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh jajarannya, agar Indonesia bisa menjadi negara yang mencapai taraf hidup berkemajuan. Di antaranya perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik dari sisi pendidikan, kesehatan, pendapatan dan kesejahteraan secara umum. 

Selain itu, perbaikan dan kelanjutan dari reformasi birokrasi juga mesti terus ditingkatkan. 

"Dalam kondisi ekonomi yang melemah, kita harus meningkatkan kewaspadaan tanpa kita menjadi pemberi signal yang pesimis. Justru kita perlu untuk mengembalikan dan memperkuat confidence," terang Sri. 

"Saya berharap kita bisa bersama-sama terus bisa memberikan signal yang sinkron dalam direction yang harmonis untuk perekonimian kita agar terus dijaga optimisme dan momentum pertumbuhannya," sambungnya. (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load