Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok dan Miras Ilegal

Jumat , 25 Oktober 2019 | 20:31
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok dan Miras Ilegal
Sumber Foto : SH/Satryo Yudhantoko
Jumpa Pers Ditjen Bea dan Cukai di Jakarta

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil menggagalkan penyelundupan rokok dan minuman keras beralkohol ilegal alias tidak memiliki pita cukai dan bebas dari pajak. Karena penindakan tersebut, Bea Cukai berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sejumlah Rp 5,8 miliar.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai Syarif Hidayat menjelaskan, penindakan yang dilakukan pihaknya pada September 2019 lalu, berhasil menindak sejumlah oknum penyelundup di wilayah Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau dan di Serang, Banten.

Di Tembilahan misalnya, Syarif menyebutkan kalau pihaknya menemukan barang bukti sebanyak 281.500 pack rokok atau setara dengan 5,6 juta batang yang merupakan barang kena cukai tembakau ilegal tanpa dilekati pita cukai. Potensi kerugian negaranya kira-kira mencapai Rp 2,4 miliar

Penindakan lainnya dilakukan Bea dan Cukai di wilayah Banten pada 15 Oktober. Di mana pengiriman rokok ilegal dari Jawa Tengah berhasil dicegah untuk dikirim ke Sumatera. Barang bukti berupa 2,4 juta batang rokok berpotensi merugikan negara sekitar Rp 892 juta.

Untuk jenis barang ilegal lain yang berhasil digagalkan peredarannya, lanjut Syarif adalah hasil produk tembakau lainnya (HPTL) di wilayah Cengkareng dan Kuningan, Jakarta.

Dari dua lokasi itu, diketahui pula tersangka mengedarkan HPTL melalui toko daring di Tokopedia, Bukalapak dan Shopee. Khusus di Cengkareng, kata Syarif, Bea dan Cukai berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa HPTL ekstrak ilegal merek Marlboro dan minuman yang mengandung etil alkohol hasil tembakau di Jalan Taman Surya Pesona.

Sementara di Kedoya dan Sunter, Bea Cukai kembali berhasil mengungkap modus operandi melalui e-commerce lagi.

Syarif mengatakan kalau pihaknya menemukan 37.180 batang heat stick (rokok listrik) dan 9.320 batang rokok. Sementara di Kedoya didapat 200 batang heat stick dengan kerugian negara dari tersangka JA, omzet kira-kira sekitar Rp 4,1 miliar dengan kerugian negara cukai yang harusnya dibayarkan sebesar Rp 941,4 juta.

"Dari tersangka SH, dari periode Oktober 2018 sampai dengan September 2019 lebih kurang Rp 5,5 miliar dengan kerugian negara diperikirakan mencapai Rp 1,1 miliar," beber Syarif dalam jumpa pers di kantornya, di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (25/10/2019).

"Sehingga, total semua penindakan yang saat ini akan kita musnahkan mencapai Rp 5,8 miliar. Seluruh penindakan di atas juga menambah daftar panjang penindakan yang telah dilakukan oleh Bea Cukai sejak tahun 2018 lalu," sambungnya. (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load