RAGAM

Kurusetra, Game Bernuansa Indonesia

Targetkan 1 juta pengunduh dalam 1 bulan

Pin It

SH / Satoto Budi

Lima heroik yang menjadi tokoh utama dalam permainan Kurusetra ini.

JAKARTA - Para pencinta game, hari ini bisa mencoba sebuah game baru yang pembuatannya dilatarbelakangi cerita rakyat. Game yang diluncurkan di Jakarta, Rabu (22/4), namanya adalah "Kurusetra The Mighty War". 

    Peluncuran Kurusetra The Mighty War ini ditandai dengan dimainkannya game tersebut secara live oleh Alexander Budiman, Ceo Qajoo Studio dan Ariel, Chief Creative Officer (CCO). "Jumlah pengguna game bertambah setiap tahunnya dan kami berharap, kehadiran game ini bisa menjawab tantangan perkembangan industi game khususnya di Indonesia," tutur Alex. 

    Dijelaskan, yang dimaksud dengan Kurusetra adalah, permainan strategi yang terinspirasi oleh perang kolosal Baratayudha, yang terjadi di sebuah tempat yang bernama Kurusetra. Dalam game ini akan ditampilkan 5 tokoh heroik berlatar belakang Indonesia. Kelima tokoh itu adalah Satria, Kandini, Trisna, Anom dan Juna. "Kami ingin menampilkan kekayaan budaya Indonesia dalam game kurusetra," ujarnya. 

    Berbeda dengan permainan strategi lainnya, Kurusetra sejak awal mengharuskan pemainnya memilih tokoh heroik yang akan diperankannya serta fokus untuk mendalami cerita dan membuat keputusan strategis dibandingkan berlatih untuk sekedar menjadi kuat atau berkuasa," tambahnya. 

    Sementara itu menurut Ariel, game ini hanya bisa dimainkan dalam ponsel berbasih IOS yaitu di iPhone dan iPad dengan cara melakukan downloadnya secara gratis di Apple's App Store. 

    Ditambahkan, sebagai modal awal untuk memainkan game ini, setiap pemain akan dibekali modal senilai 500, herbs (tanaman) 750 poin dan batu mulia berupa zamrud senilai 500. Selain itu para gamer juga akan dibekali sebuah rumah beratap jerami untuk memulai persiapan pertempuran panjang. "Apabila para pemain ingin meningkatkan permainannya mereka dapat membeli berbagai keperluan perang menggunakan kartu kredit," pungkasnya.(Sat)

Sumber : Sinar Harapan