Djokovic Juara AS Terbuka 2018

Senin , 10 September 2018 | 08:00
Djokovic Juara AS Terbuka 2018
Sumber Foto getty images
Novak Djokovic

NEW YORK - Mantan petenis nomor satu Novak Djokovic sukses menjuarai Amerika Serikat (AS) Terbuka 2018. Djokovic mengalahkan Juan Martin del Potro di final dalam laga yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium Senin (10/9/2018) pagi WIB.

Djokovic mengalahkan Del Potro tiga set langsung 6-3, 7-6 (4), 6-3. Bagi petenis Serbia itu, gelar ini adalah yang keempat di AS Terbuka sejak yang terakhir pada 2015 dan yang kedua beruntun di tahun ini usai juara di Wimbledon.

Djokovic kini telah mengoleksi 14 titel Grand Slam, menyamai rekor Pete Sampras. Petenis berusia 31 tahun tersebut masih terpaut tiga gelar dari Rafael Nadal dan enam gelar dari Roger Federer, yang masih memegang rekor titel Grand Slam terbanyak di tunggal putra.

Selain itu, Djokovic mempertajam rekor head to head dengan Del Potro menjadi 15-4. Petenis Argentina itu hanya sekali menang atas Djokovic dalam delapan pertemuan terakhir, yakni di Olimpiade Rio 2016. "Ketika aku menjalani operasi pada tahun ini aku bisa memahami apa yang dilalui Juan Martin. Tapi Anda belajar dari kesulitan ketika Anda terpuruk," sahut Djokovic usai pertandingan seperti dikutip Telegraph.

"Aku ingin mengucapkan selamat kepada Juan Martin untuk apa yang sudah dia lakukan dalam lima tahun terakhir. Keyakinan dan kepercayaan yang dia akan perjuangkan untuk Grand Slam. Dan aku tahu bahwa dia akan kembali ke sini dengan titel juara. Aku benar-banar berharap begitu," dia menambahkan.

Dengan kekalahannya di tangan Djokovic, Del Potro gagal menambah koleksi trofi Grand Slamnya. Terakhir dan satu-satunya gelar itu diraih Del Potro juga di AS Terbuka 2009.

Sama seperti Djokovic, Del Potro jauh lebih dulu berkutat dengan cedera berulang. Petenis yang kini berusia 29 tahun tersebut dua kali naik meja operasi karena cedera pergelangan tangan yang memaksanya absen di 14 Grand Slam.

"Aku sangat gembira bisa bertanding melawan petenis luar biasa ini di final. Dia adalah salah satu temanku di tur dan salah satu pemain yang aku senang ketika dia bermain bagus. Aku gembira untuk dia dan tim dia dan kam memang layak menang," ujar Del Potro.

"Aku tidak pernah menyerah saat bermasalah dengan pergelangan tanganku. Aku mencoba menghadapi seluruh cederaku untuk berada di sini lagi dan ke final lagi setelah sembilan tahun," ia menambahkan.

KOMENTAR