Kampanye Terbuka Dimulai, Semoga Situasi Tetap Terkendali

Minggu , 24 Maret 2019 | 10:44
Kampanye Terbuka Dimulai, Semoga Situasi Tetap Terkendali
Sumber Foto Republika.com
Ilustrasi
POPULER
Perlu Revisi Total UU Pemilu

Mulai hari Minggu (24 Maret) ini sudah berlangsung kampanye terbuka dalam rangka Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Pengerahan massa dalam jumlah besar akan terjadi, namun kita percaya komitmen para peserta Pemilu dan Pilpres tetap menjaga situasi aman dan tekendali.

Capres petahana Joko Widodo dan Makruf Amin menghadiri kampanye terbuka pertama di wilayah Banten, sedangkan Capres Prabowo Subianto berkempanye di Manado pada Minggu pagi, sedangkan siang hari di Makassar. Berbeda dengan sebelumnya, kampanye terbuka akan diikuti jumlah massa yang sangat besar lengkap dengan segala macam alat peraganya.

Untuk menjaga agar suasana tetap kondusif, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah memperoleh komitmen semua pihak untuk mewujudkan proses pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Mereka telah menandatagan deklarasi yang isinya antara lain:

  1. Menjamin proses kampanye rapat umum dan iklan kampanye sebagai sarana pendidikan politik masyarakat yang dilakukan secara bertanggung jawab dalam meyakinkan pemilih, dengan menawarkan visi misi program dan atau citra diri peserta pemilu.
  2. Tidak melakukan intimidasi, ujaran kebencian, dan menyebarkan berita bohong atau hoaks dalam berkampanye, karena mengurangi kualitas dan integritas pelaksanaan kampanye dalam rapat umum.
  3. Tidak melakukan politik uang.
  4. Tidak melakukan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan atau peserta pemilu lain, serta penghasutan dan adu domba dalam kegiatan kampanye rapat umum dan iklan kampanye.
  5. Tidak menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan dalam melaksanakan kampanye rapat umum dan iklan kampanye.
  6. Tidak melibatkan aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan anak-anak, serta penduduk yang tidak memiliki hak pilih dalam melaksanakan kampanye rapat umum dan iklan kampanye.
  7. Mendukung Badan Pengawas Pemilihan Umum melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan yang melanggar terhadap tahapan kampanye dalam rapat umum dan iklan media massa secara adil, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sekalipun baru di atas kertas, deklarasri Pemilu/Pilpres damai itu sangat penting. Banyak masyarakat yang khawatir  bisa timbul kekacauan dan kerusuhan dalam masa kampanye terbuka hingga 13 April nanti. Sekarang saja melalui "perang medsos" telah menimbulkan polarisasi, bahkan pertikaian antar pendukung. Kalau ada pihak-pihak yang memprovokasi, dalam kampanye terbuka bisa terjadi perselisihan terbuka pula.

Maka, kita mengharapkan seluruh stake holders, terutama partai politik dan tim kampanye Capres/Cawapres untuk bisa mematuhi seluruh poin dalam deklarasi yang sudah mereka tandatangani. Rakyat sangat berkepentingan agar hiruk pikuk kampanye tersebut tidak menimbulkan hal-hal negatif, terutama bentrokan antarmassa pendukung yang pasti akan menimbulkan dampak buruk dan merugikan kepentingan masyarakat umum.

Rakyat justru menginginkan kampanye terbuka bisa menjadi sarana pendidikan politik melalui pemaparan visi dan misi, selain hiburan dan menggembirakan. Istilah “pesta demokrasi” semestinya diwujudkan dalam bentuk aneka kegembiraan yag menyenangkan, bukan sebaliknya yang memicu kerusuhan dan aksi massa yang destruktif.

Maka sekali lagi kita meminta pimpinan parpol dan Capres/Cawapres untuk bisa mengendalikan anak buahnya di lapangan agar menghindari gesekan yang destruktif. Kita juga meminta aparat keamanan mampu menunjukkan sikap professional, tidak memihak dan adil agar pesta demokrsi ini bisa berlangsung secara lancer, menggembirakan dan menjadi sarana pendidikan politik yang baik.



Sumber Berita:Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load