Realisasi PSNLambat, 14 Proyek Didrop

Selasa , 17 April 2018 | 09:12
Realisasi PSNLambat, 14 Proyek Didrop
Sumber Foto Republika
Presiden Jokowi ketika meninjau sebuah proyek pembangkit lstrik
POPULER

Keputusan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan 222 Proyek Strategis Nasional (PSN) menunjukkan visi yang jelas dan terarah. Namun demikian, mengingat realisasinya selama ini cukup lambat, maka diperlukan koordinasi yang semakin mantap selain perlunya dibuka kemungkinan skema pembiayaan yang lebih masuk akal.

Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, ada 222 PSN yang akan dilanjutkan, sedangkan 14 lainnya didrop. Ke-222 PSN tersebut terdiri atas 69 proyek jalan, 51 bendungan, 29 kawasan ekonomi khusus/kawasan industri/kawasan pariwisata, 11 proyek energi, 10 pelabuhan, 8 proyek air bersih dan sanitasi, 6 bandara, 6 irigasi, 6 proyek smelter, 4 proyek teknologi, 3 proyek perumahan, 1 proyek pertanian dan kelautan, 1 proyek tanggul laut, 1 proyek pendidikan, 1 program pesawat terbang, serta 1 program agraria dan kehutanan. “Estimasi nilai investasinya lebih dari Rp4.100 triliun,” kata Darmin, Senin (16/4) sore.

Adapun 14 PSN yang didrop, antara lain, proyek pembangunan kereta api Jambi-Palembang, pembangunan rel kereta api Provinsi Kalimantan Timur, sistem penyediaan air minum regional Mebidang (Medan-Binjai-Deli Serdang) Sumatra Utara, bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, dan Kawasan Ekonomi Khusus Merauke. “Total nilai proyek yang didrop dari Program Strategis Nasional adalah Rp264 triliun,” ujarnya.

Bank Indonesia (BI) tahun lalu mencatat realisasi PSN yang masih sangat rendah. Berdasarkan Laporan Perekonomian Indonesia tahun 2017, sekitar 59 proyek saat ini masih berada dalam tahap konstruksi. Khusus pada program ketanagalistrikan, menurut catatan BI, penyelesaian proyek baru mencapai tiga (3) persen dari target 35 ribu megawatt, sedangkan 46 persen proyek masih dalam tahap konstruksi.

PSN ditetapkan pemerintah sebagai prioritas pembangunan. Pada posisi akhir tahun lalu, PSN terdiri dari 245 proyek dan 2 program pembangunan lain, yakni ketenagalistrikan dan pengembangan industri pesawat terbang. Total kebutuhan investasinya mencapai Rp4.417 triliun.

Dengan mempertimbangkan kemajuan pelaksanaan PSN, BI memperkirakan sekitar 50 persen total PSN akan rampung pada 2019 dan 85 persen rampung pada 2022.

Lambatnya realisasi pembangunan fisik PSN, merupakan salah satu pertimbangan pemerintah mengapa sebuah PSN dilanjutkan atau didrop dari daftar baru. Apabila proyek tersebut tidak akan bisa dimulai pembangunan fisik atau konstruksinya pada kuartal III tahun 2019  maka tidak diteruskan atau didrop.

Pemerintah telah mengevaluasi pelaksanaan PSN yang sejak dua tahun lalu sudah terasa lambat realisasinya. Diperkirakan dari semua PSN tadi yang akan selesai 100% sampai dengan kuartal III/2019 adalah sebanyak 48 proyek. Sedangkan 14 PSN yang dirop karena tidak mungkin bisa dimulai pembangunannya pada kuartal III 2019.

Itu sebabnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti agar pelaksanaan pembangunan PSN betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan. “Saya minta agar diperhatikan dampak dari setiap proyek strategis nasional pada peningkatan nilai tambah perekonomian daerah serta dampak pada upaya (penurunan) kemiskinan dan menekan ketimpangan,” kata Presiden Jokowi.

PSN  harus betul-betul terintegrasi dalam rangka pengembangan sektor unggulan yang sedang dikembangkan oleh daerah. Presiden juga mengingatkan mengenai pembiayaannya yang tidak mungkin hanya mengandalkan APBN saja. Untuk itu perlu dilakukan model-model pembiayaan alternatif dan kreatif yang menarik minat investor untuk ikut membiayai proyek-proyek tersebut.

Kita mengingatkan kembali agar PSN benar-benar dikerjakan dengan koordinasi yang matang. Pemerintah juga harus melibatkan seluas-luasnya peran swasta di daerah agar pembangunannya bisa secara langsung berdampak positif bagi perekonomian daerah. Kecenderungan pemerintah untuk memprioritaskan BUMN/BUMD ternyata tidak selalu berjalan baik, bahkan bisa menimbulkan keengganan bagi swasta untuk melibatkan diri. Hal tersebut justru bisa merugikan percepatan realisasi PSN itu sendiri.



Sumber Berita:Berbagai sumber

Tags :

KOMENTAR