Helikopter Jujun Junaedi Akhirnya Dicek Lapan

Selasa , 19 November 2019 | 15:23
Helikopter Jujun Junaedi Akhirnya Dicek Lapan
Sumber Foto: Antara.
Pembuat helikopter amatir Jujun Junaedi (kiri) dan Kabag Humas Lapan Jasyanto di dekat helikopter rakitan Jujun di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (19/11).
POPULER

SUKABUMI - Pusat Teknologi Penerbangan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengunjungi pemuda asal Sukabumi yang mencoba merakit helikopter untuk berbagi ilmu. "Lapan coba ke tempat yang membuat helikopter di Sukabumi untuk memastikan inovasinya apakah bisa dijadikan untuk suatu bahan membuat helikopter ke depan," ujar Kepala Bagian Humas Lapan Jasyanto ketika mengunjungi kediaman Jujun Junaedi di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa.

Jujun Junaedi adalah pemuda asal Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang mencoba merakit helikopter menggunakan mesin genset dua silinder 700 cc. Kedatangan Lapan itu mengikuti instruksi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro yang meminta Lapan untuk melakukan peninjauan langsung ke bengkel kerja Jujun.

Menerima informasi teknis dari Lapan, pemuda yang bekerja sebagai operator di bengkel las itu mengaku senang jika dapat memotivasi orang lain. "Bisa motivasi untuk orang lain juga dan bantuan secara teknis dengan didatangkan ahlinya saya bisa sharing dan mendapatkan ilmu, hingga nantinya saya terapkan dengan karya saya ini," ungkap Jujun pada ANTARA.

Pembuatan helikopter itu dilakukan dalam setahun terakhir dan dimodali  kantongnya sendiri. Dia sendiri memulai pembuatan helikopter dengan melihat video dari kanal YouTube. Makin membuat saya bersemangat, ada asupan-asupan informasi baru. Kami bahas juga soal sistem dan cara kerja. Ada teori baru yang secepatnya akan diterapkan, ada kekurangan juga yang bisa saya lengkapi untuk helikopter buatan saya ini," ucap Jujun seperti yang dikutip oleh Detik.

Teuku Mohd Ichwanul Hakim, peneliti Pusat Teknologi Penerbangan Lapan yang datang untuk berbagi ilmu dengan Jujun, mengatakan bahwa masih panjang jalan untuk memastikan kelaikan helikopter tersebut. Uji terbang juga perlu dilakukan karena harus memastikan keamanan per sistem dari heli tersebut. (E-4)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load