Polisi Gambar Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 21-22 Mei

Jumat , 12 Juli 2019 | 16:31
Polisi Gambar Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 21-22 Mei
Sumber Foto: Satryo Yudhantoko.
Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pada wartawan.

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan pihaknya tengah menggambar sketsa wajah pelaku penembakan salah seorang korban tewas aksi 21-22 Mei 2019 silam bernama Harun Al Rasyid. 

Hal itu disampaikan Dedi saat ditemui di Kantor Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019). "Dari 3 orang saksi (yang dimintai keterangan) ini sudah coba digambar (sketsa wajahnya)," jelasnya. 

Dedi juga menerangkan gambar sketsa wajah penembak Harun Al Rasyid didapat dari keterangan 3 saksi mata di lapangan. Para saksi, kata Dedi, menggambarkan ciri-ciri wajah pelaku tersebut. "Iya ciri-ciri aja. Kan kemarin saksinya dua, nambah satu lagi, sudah 3 orang saksi yang melihat kejadian tersebut dan hampir sama tipe orang tersebut. Gondrong agak item," rinci Dedi. 

Namun saat ditanya soal identifikasi wajah pelaku lewat metode investigasi "face recognition" dijelaskan Dedi tidak efektif. Sebab gambar yang didapat CCTV di sekitar Fly Over Slipi hanya memperlihatkan kondisi Harun saat tertembak. "Di CCTV cuma terlihat jatuhnya korban. Walaupun andai kata CCTV di-slow motion juga agak sulit untuk melihat face recognition-nya itu," beber Dedi. 

Dari hasil hasil penyidikan internal Polri yang sebelumnya diungkap Dedi bahwa Polisi menemukan bukti tewasnya Harun. Disebutkan Harun tewas tertembak jarak dekat. Diperkirakan lokasi penembak berada di sebuah ruko dekat Fly Over Slipi. Pelaku yang belum diketahui sosoknya disebutkan memiliki ciri khusus, yakni menembak menggunakan tangan kiri atau kidal.

Namun Dedi menyebutkan ciri khusus lain berupa bentuk fisik pelaku. Ia menggambarkan sosok pelaku bertinggi badan 175 cm. Hasil identifikasi fisik itu ia dapat dari tangkapan kamera CCTV sekitar lokasi penembakan. (ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load