Tanah Bergerak, Ratusan Warga Gunungbatu Sukabumi Mengungsi

Jumat , 26 April 2019 | 10:36
Tanah Bergerak, Ratusan Warga Gunungbatu Sukabumi Mengungsi
Sumber Foto Dok/BNPB
Ilustrasi tanah bergerak.

SUKABUMI - Ratusan warga Kampung Gunungbatu, Kedusunan Liunggunung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memilih mengungsi karena permukiman mereka berada di lokasi bencana pergeseran tanah atau tanah bergerak yang setiap hari terus meluas.

"Ada sekitar 150 warga yang tinggal di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung yang mengungsi baik di tenda peleton, masjid, rumah saudaranya, dan beberapa lokasi lainnya," kata tokoh masyarakat Desa Kertaangsana, Asep Has, Jumat (26/4/2019).

Warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir bencana itu terus meluas. Apalagi puluhan rumah warga sudah mengalami kerusakan, seperti retak pada dindingnya dan miring, karena fondasinya ambles akibat tanah retak.

Selain itu, curah hujan yang tinggi menyebabkan warga semakin takut tinggal di dalam rumahnya ditambah pergeseran tanah meluas dan lebar retakannya semakin membesar. Mereka mengungsi untuk antisipasi jatuhnya korban jiwa atau kejadian lainnya yang tidak diinginkan.

Asep menambahkan kondisi warga cukup memprihatinkan, apalagi ada beberapa balita yang ikut mengungsi khawatir kondisi kesehatannya menurun dan jatuh sakit, sedangkan kondisi di pengungsian, antara lain udara cukup dingin karena turun hujan.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah, khususnya Badan Geologi, segera melakukan penelitian di lokasi bencana, agar warga bisa mengetahui kondisi status bahaya pergeseran tanah itu."Sebagian masyarakat masih bertahan mengungsi, tetapi saat malam hari jumlah warga yang mengungsi akan bertambah banyak. Antisipasi hal yang tidak diinginkan warga dan relawan terus bersiaga di lokasi," katanya seperti dikutip antaranews.com.

Asep mengklaim Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi akan mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian untuk membantu warga. Selain itu, pihaknya juga akan memanfaatkan lahan bekas pasar untuk dijadikan pengungsian sementara dengan cara membuat sekatan dari tripleks agar pengungsi lebih nyaman.

Dia mengatakan di sekitar pengungsian juga akan dibangun WC umum dan tempat sanitasi lainnya yang bisa digunakan warga, baik untuk mandi, mencuci, atau aktivitas rumah tangga lainnya.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load