Setahun Bom Surabaya, Warga Semalam Gelar Doa Lintas Agama

Selasa , 14 Mei 2019 | 09:52
Setahun Bom Surabaya, Warga Semalam Gelar Doa Lintas Agama
Sumber Foto Antarafoto
Warga lintas agama di Surabaya menggelar doa bersama.

SURABAYA - Sejumlah warga kota Surabaya menggelar doa lintas agama dan menyalakan seribu lilin memperingati setahun peristiwa bom Surabaya, Senin (13/5/2019) malam. Warga Surabaya memperingati dengan khidmat ketika setahun lalu tiga rumah ibadah dibom oleh teroris.

Warga Surabaya yang berkumpul merupakan jemaat gereja dan forum umat lintas agama. Aksi mengusung tajuk Refleksi Peristiwa 13 Mei: Merawat Ingatan Merajut Kemanusiaan. Kegiatan digelar di salah satu lokasi ledakan, Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Ngagel, Surabaya.

Peringatan yang dipusatkan di selasar SMTB ini diawali dengan peluncuran buku, buka puasa bersama, pentas seni dan selawat perdamaian untuk mengenang dan mendoakan para korban tragedi pengemboman tersebut.

"Ini adalah setahun memperingati peristiwa 13 Mei. Maka ujubnya (doa) itu difokuskan untuk bagaimana memberikan makna yang mendalam dari peristiwa tersebut," kata Pengurus Gereja SMTB, Deograsias Yosep, di lokasi.

Peringatan tidak hanya dihadiri oleh jemaat gereja saja, melainkan juga sejumlah Romo seluruh Surabaya dan keluarga korban. Mereka semua turut memanjatkan doa."Kebetulan juga dalam misa ini pertemuan para Romo se-Surabaya berkumpul di gereja ini. Dan ada begitu banyak tokoh agama mendoakan peristiwa tersebut," ujarnya seperti dilansir cnnindonesia.com.

Yosep ingin tregedi kemanusiaan tersebut tak lagi terulang di Kota Surabaya. Ia juga berharap masyarakat dapat hidup damai berdampingan, di antara berbagai perbedaan.

Pastor Gereja Santa Maria tak Bercela, Romo Eka Winarno meyakini doa bersama lintas agama tersebut akan semakin menguatkan para jemaat agar bangkit dari trauma pascaledakan bom."Kami mendoakan korban (jemaat), melalui doa ini kami berharap sembuh atau pulih, itu memang tidak bisa diukur, tapi (korban) mereka memaafkan, karena pelaku juga keliru menafsir dalam memahami agama," ujar Eka.

Setahun lalu bom meledakkan tiga gereja di Surabaya: Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Gereja Kristen Indonesia Diponegoro.

Sehari berikutnya ledakan bom serupa kembali terjadi di Mapolrestabes Surabaya. 28 orang tewas terdiri 18 warga dan 10 pelaku. Selain itu puluhan orang mendapatkan perawatan secara intensif.

Di sela kegiatan, diketahui juga berkumandang deklarasi menolak gerakan people power pascapemilu dan Pilpres 2019. Deklarasi dilakukan oleh ratusan jemaat gereja dan umat lintas agama, dengan dipimpin Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Maha Esa Jatim, Oto Bambang Wahyudi.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load