Ikhlas Rumahnya Digusur Proyek Tol, Mahfud Md Puji Menteri Basuki

Rabu , 15 Mei 2019 | 14:48
Ikhlas Rumahnya Digusur Proyek Tol, Mahfud Md Puji Menteri Basuki
Sumber Foto Youtube
Menteri Basuki Hadimuljono
POPULER
Prabowo Berencana Jenguk Eggi dan Lieus di Polda Metro Malam Ini

JAKARTA - Tidak banyak pejabat yang rela dan ikhlas rumahnya digusur karena terkena proyek pembangunan. Namun tidak bagi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Kediaman sang menteri di Perumahan Pengairan Rawa Semut, Bekasi Timur terkena proyek tol Becakayu yang diperpanjang hingga ke Tambun Selatan, Bekasi.

Namun apa jawab Menteri Basuki Hadimuljono. Dia tidak marah. Ia malah ikhlas mengorbankan rumahnya untuk proyek jalan tol tersebut.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memuji sikap Menteri Basuki Hadimuljono karena keikhlasannya itu. Lewat cuitan di Twitter, Mahfud MD membandingkan sikap Basuki dengan pejabat daerah yang melakukan hal berbeda.

"Menarik, rumah pribadi Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono di Bekasi akan digusur utk proyek jalan tol. Pd-hal dialah yg menjadi pimpinan pembuatan jalan. Dulu diberitakan ada pejabat daerah yg membelokkan rencana jalan tol agar tak melewati tanah pribadinya. Hormat utk Pak Basuki," cuit Mahfud lewat akun twitter @mohmahfudmd seperti dikutip, Rabu (15/5/2019).

Basuki sendiri sempat membeberkan hal ini pada Desember 2018 lalu. Saat bicara soal penyediaan rumah untuk generasi milenial, Basuki mengaku rumahnya terkena dampak proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Basuki juga mengatakan pertama kalinya dalam sejarah rumah menteri akan digusur.

"Baru kali ini dalam sejarah rumah menteri mau digusur, tapi saya bilang (jalur tolnya) jangan dibelokkan, biar saja biar saya tunggu ganti ruginya," katanya, Senin (10/12/2018).

Rumah Basuki sendiri diketahui berlokasi di Perumahan Pengairan Rawa Semut, Bekasi Timur. Rumah tersebut kemungkinan dilalui proyek tol Becakayu yang diperpanjang hingga ke Tambun Selatan, Bekasi.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load